Jurnal
PERFORMA MODEL WRF-ARW UNTUK MEMPREDIKSI CUACA PADA SAAT KEJADIAN ANGIN PUTING BELIUNG DI JUANDA (Studi Kasus Tanggal 4 Februari 2016)
Informasi cuaca sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai aktifitas dan aspek, seperti contohnya untuk kepentingan transportasi perhubungan, pertanian, hingga untuk keperluan kita dalam beraktifitas sehari-hari, termasuk di dalamnya info prediksi cuaca dan peringatan dini cuaca buruk. Kejadian angin puting beliung di Stasiun Meteorologi Juanda tanggal 4 Februari 2016 ini menjadi salah satu contoh perlunya informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui performa model WRF-ARW dalam memprediksi cuaca mengingat kejadian puting beliung merupakan fenomena cuaca yang berlangsung dalam waktu singkat maka perlu adanya prakiraan cuaca sebelum kejadian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data GFS (Global Forecast System) dan data observasi dari Stasiun Meteorologi Juanda. Model prediksi yang diuji berjumlah 6 (enam) model prediksi yang mana memiliki gabungan parameterisasi cumulus dan microfisis yang berbeda. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa model prediksi uji 2 yakni gabungan parameterisasi cumulus Kain Fritsh dan parameterisasi microfisis WSM3 serta model prediksi uji 6 yakni gabungan dari GF dan WSM3 menunjukkan hasil yang baik, model prediksi uji 1 yakni Kain Fritsch dan Lin memiliki performa yang stabil. Sementara analisis angin secara vertikal uji 3, 5 dan 6 menunjukkan adanya massa udara yang turun dengan kecepatan 1220 knot yang dapat mengindikasikan potensi kejadian angin kencang di Juanda pada jam 9 UTC. Secara umum, model WRF-ARW mampu menggambarkan serta memprediksi cuaca dan juga kondisi angin serta potensi terjadinya angin kencang pada hari tersebut.
| JURPDFM16200.1 | 551.5 YUL p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain