Skripsi
KAJIAN KONDISI ATMOSFER SAAT KEJADIAN HUJAN EKSTREM DI PALANGKARAYA (STUDI KASUS 3 JUNI 2016)
Palangkaraya merupakan wilayah yang terletak pada 1ᴼ 35’ - 2ᴼ 24’
Lintang Selatan dan 113ᴼ 30’ - 114ᴼ 07’ Bujur Timur yang memiliki tipe hujan
ekuatorial. Puncak curah hujan terjadi pada bulan November – Januari dan bulan
Maret – April. Hujan dengan intensitas lebat yang turun di Palangka Raya
dipengaruhi oleh faktor regional Low Pressure Area , Shearline dan Eddy.
Kejadian hujan lebat yang terjadi di wilayah Palangkaraya pada tanggal 3 Juni
2016, dengan curah hujan 287.2mm akan menjadi obyek pada penelitian ini.
Dalam penelitian hujan extrem ini data yang digunakan adalah data luaran model
ECMWF berupa peta Angin, divergensi, kelembaban udara, CAPE, data satelit,
data Radar dan data pengamatan cuaca permukaan. Data diolah dalam bentuk
grafik, dan gambar yang kemudian dianalisa secara deskriptif. Dari hasil
pengolahan, disimpulkan bahwa hujan ekstrim yang terjadi di Palangkaraya
dipengaruhi oleh adanya Sirkulasi Eddy, daerah tekanan rendah, kovergensi,
shearline, dan didukung oleh kondisi udara yang labil di wilayah Palangkaraya
dan sekitarnya. Awan-awan yang terbentuk pada saat kejadian juga adalah awan
konvektif.
| 201751112.1 | M 17 112 WAT k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain