Skripsi
KAJIAN PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT HIMAWARI-8 UNTUK MENDETEKSI AWAN SIGNIFIKAN DARI AWAN CUMULONIMBUS (STUDI KASUS 20 FEBRUARI 2017 DAN 24 OKTOBER 2016)
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan, yang akibatnya mudah terjadi proses konvektif diatas Benua Maritim Indonesia (BMI) yang menyebabkan pola hidup awan Cumulonimbus (Cb) sangat cepat dan pendek. Hal ini biasanya dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, thunderstorm, angin kencang dan lain–lain. Oleh karena itu, dengan adanya satelit himawari-8 dapat membantu dalam mengidentifikasi perkembangan awan konvektif yang dapat menimbulkan bencana, salah satunya dengan memberikan early warning awan Cb yang dapat menyebabkan potensi terjadinya cuaca signifikan. Data yang digunakan adalah data satelit kanal 13 dan 15 untuk menentukan ambang batas awan Cb diwilayah tropis yang kemudian diolah dengan menggunakan program Python untuk mendeteksi awan Cb. Berdasarkan penelitian, hasil validasi antara kejadian hujan di wilayah Jakarta tanggal 20 februari 2017 yang menggunakan data pias hujan per jam menunjukkan kesamaan dengan peringatan dini potensi cuaca signifikan dari awan Cb dengan data citra satelit. Sehingga dengan memasukkan suhu threshold dibawah -50 oC sangat mendukung untuk potensi pertumbuhan awan Cb yang menghasilkan hujan. Sehingga, produk peringatan dini potensi cuaca signifikan bisa digunakan sebagai tambahan dalam memprediksi prakiraan cuaca kedepannya. Namun, apabila suhu threshold tidak terpenuhi maka peringatan dini awan Cb tidak terdeteksi.
| 201751113.1 | M 17 113 MAH k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain