Skripsi
KAJIAN KONDISI ATMOSFER SAAT TERJADI HUJAN LEBAT DI ACEH BESAR (STUDI KASUS 2 JANUARI 2013 DAN 24 AGUSTUS 2014)
Kejadian hujan lebat terjadi pada tanggal 2 Januari 2013 dan 24 Agustus 2014 di Aceh Besar dengan intensitas curah hujan yang terukur masing-masing adalah 97,7 mm dan 84,5 mm. Curah hujan yang melebihi 50 mm/hari di suatu wilayah, memberikan indikasi adanya faktor gangguan cuaca signifikan yang berperan dalam pembentukan suatu sistem awan konvektif atau awan stratiform.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analitik. Data yang digunakan berupa data pengamatan dari Stasiun Meteorologi Blang Bintang, data curah hujan GSMaP untuk mengetahui pola spasial curah hujan yang terjadi, data citra satelit MTSAT-2 digunakan untuk mengetahui tutupan awan dan indeks stabilitas pada saat kejadian hujan lebat, serta data reanalysis digunakan untuk menganalisis parameter cuaca antara lain pola tekanan, angin, kelembaban udara, divergensi, dan vortisitas relatif. Analisis cuaca skala regional dan lokal dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan cuaca yang berperan pada kejadian tersebut
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa keadaan atmosfer labil pada saat tanggal 2 Januari 2013 dan 24 Agustus 2014, ditunjukkan oleh indeks stabilitas udara. Sementara itu, gangguan cuaca yang memicu terjadinya hujan lebat dalam skala regional adalah anomali suhu muka laut yang positif, dipole mode index bernilai negatif, serta adanya vortex di Samudera Hindia bagian barat daya Aceh pada tanggal 2 Januari 2013 dan adanya konvergensi di wilayah Aceh Besar pada tanggal 24 Agustus 2014. Berdasarkan penilaian subjektif pada tanggal 2 Januari 2013, terlihat bahwa awan-awan konvektif lebih mendominasi pada saat kejadian, dan setelah penentuan awan secara objektif menunjukkan bahwa awan-awan tersebut adalah Cumulonimbus. Sedangkan pada tanggal 24 Agustus 2014 berdasarkan penilaian subjektif terlihat bahwa awan-awan stratiform lebih mendominasi pada saat kejadian, dan setelah penentuan secara objektif bahwa awan-awan tersebut adalah awan menengah. Akumulasi curah hujan GSMaP pada tanggal 2 Januari 2013 dan 24 Agustus 2014 cenderung underestimate dibandingkan akumulasi curah hujan observasi.
| 201751109.1 | M 17 109 SIM k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain