Skripsi
ESTIMASI CURAH HUJAN DENGAN METODE MODIFIED CONVECTIVE STRATIFORM TECHNIQUE (MCST) BERBASIS DATA SATELIT HIMAWARI-8 DI KUALANAMU, BANJARMASIN, DAN SORONG
Informasi curah hujan menjadi sangat penting karena dibutuhkan oleh berbagai aspek kehidupan, terutama dalam peringatan dini bencana alam seperti banjir, longsor serta kekeringan. Namun, ketersediaan data curah hujan menjadi masalah karena terbatasnya titik pengamatan curah hujan dan segala kelemahannya. Quantitative Precipitation Estimation (QPE) memberikan solusi untuk mengimbangi beberapa keterbatasan sumber estimasi kuantitatif curah hujan, dan memberi kesempatan untuk melengkapi sumber data dan meningkatkan kualitas keseluruhan informasi curah hujan dengan data satelit. Dalam penelitian ini, estimasi curah hujan dilakukan dengan memanfaatkan algoritma QPE berbasis data kanal inframerah citra satelit Himawari-8 dengan menerapkan metode Modified Convective Stratiform Technique (MCST) di wilayah Kualanamu, Banjarmasin dan Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian hasil estimasi curah hujan dengan metode MCST terhadap curah hujan hasil observasi agar dapat dijadikan pertimbangan penggunaan metode ini sebagai alternatif untuk memperoleh data curah hujan ketika data curah hujan observasi permukaan tidak tersedia.
MCST merupakan metode estimasi curah hujan berdasarkan suhu puncak awan dengan pemisahan kelompok konvektif dan stratiform. Hasil curah hujan estimasi per 3 jam, harian dan bulanan dari metode tersebut diverifikasi dengan data curah hujan observasi. Penelitian dilakukan sepanjang tahun 2016. Evaluasi hasil estimasi curah hujan dilakukan dengan menggunakan beberapa indeks evaluasi serta tabel kontingensi.
Secara umum, metode estimasi curah hujan mampu digunakan untuk mengestimasi kejadian hujan di wilayah studi dengan nilai Probability of Detection (POD) yang tinggi terhadap data observasi. Metode MCST memberikan kualitas hasil estimasi yang baik untuk curah hujan per 3 jam, harian dan bulanan pada setiap bulan yang memiliki jumlah curah hujan rendah. Namun curah hujan estimasi masih memiliki hasil overestimate terhadap nilai curah hujan observasinya. Dengan demikian, metode tersebut mampu digunakan untuk mengestimasi kejadian hujan, namun kurang optimal dalam mengestimasi curah hujan di wilayah studi.
| 201751117.1 | M 17 117 WAR e | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain