Skripsi
UJI SKEMA PARAMETERISASI MODEL WRF-ARW UNTUK ANALISIS HUJAN EKSTREM DI WILAYAH MAKASSAR
Curah hujan dengan intensitas yang tinggi di wilayah Makassar biasanya terjadi pada puncak musim hujan yaitu pada bulan Januari dan Februari dan juga dapat terjadi pada musim peralihan seperti yang terjadi pada tanggal 09 Oktober 2016 dan tanggal 24 Oktober 2016 dimana pada tanggal tersebut terjadi hujan dengan intensitas diatas 100 mm/hari di beberapa wilayah di Makassar. Salah satu daerah yang mencatat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Makassar pada tanggal 09 Oktober 2016 dan 24 Oktober 2016 adalah wilayah Stasiun meteorologi maritim Paotere.
Dalam penelitian ini analisis kondisi atmosfer dilakukan dengan menggunakan skema parameterisasi model WRF-ARW yang telah di uji dan di verifikasi dengan data observasi. Dari penelitian yang dilakukan di wilayah paotere didapat hasil skema parameterisasi GD-YSU-WSM3 sebagai skema yang paling sesuai dengan data observasi di wilayah Makassar pada saat kejadian hujan sangat lebat terjadi, skema ini mampu menunjukkan nilai korelasi yang tinggi untuk parameter suhu udara permukaan pada tanggal 09 Oktober 2016 yaitu 0.92, nilai RMSE nya 1.99 dan kasus tanggal 24 Oktober 2016 korelasinaya 0.91 dengan nilai RMSE 1.04, untuk parameter titik embun tanggal 24 Oktober 2016 dengan nilai korelasi 0.60 dan nilai RMSE 2.19. Skema ini juga mempunyai korelasi yang tinggi dengan data obseravsi untuk menggambarkan kejadian hujan pada tanggal 24 Oktober 2016 namun intensitasnya masih cenderung underestimate. Dari analisis yang dilakukan, parameter CAPE menunjukkan nilai yang tinggi pada saat sebelum kejadian hujan terjadi sampai saat setelah kejadian hujan terjadi sehingga memungkinkan proses pembentukan awan-awan konvektif dapat terjadi di sekitar wilayah penelitian, nilai RH yang tinggi juga di tunjukkan oleh model WRF-ARW hingga lapisan 500mb mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup basah hingga lapisan 500mb, serta adanya gangguan seperti konvergensi, dan belokan atau shearline disekitar wilayah penelitain yang mengakibatkan adanya pengumpulan massa udara di wilayah tersebut dan menjadi faktor yang menyebabkan hujan sangat lebat terjadi.
| 201751111.1 | M 17 111 SIM u | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain