Skripsi
ANALISIS VARIABILITAS IKLIM TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN IKLIM PARIWISATA BERDASARKAN HOLIDAY CLIMATE INDEX (HCI) DI PROVINSI BALI
Sektor pariwisata sangat berhubungan dengan iklim. Iklim yang nyaman mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi pariwisata. Bali merupakan salah satu Provinsi dengan berbagai destinasi pariwisata outdoor yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan tidak hanya memerlukan informasi iklim bulanan saja melainkan informasi iklim harian untuk menentukan lokasi dan waktu terbaik untuk berwisata. Namun kondisi kenyamanan iklim pariwisata dapat berubah diakibatkan karena variabilitas iklim. Pergantian musim dan El-Nino Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena dominan yang berpengaruh terhadap variabilitas iklim. Kenyamananan iklim pariwisata dapat ditentukan menggunakan metode Holiday Climate Index (HCI). Parameter iklim harian yang digunakan meliputi suhu udara maksimum, kelembaban udara, kecepatan angin dan tutupan awan dari The European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) serta data curah hujan dari the Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Stations (CHIRPS) tahun 1981-2014. Data reanalysis yang digunakan telah dikoreksi dengan persamaan regresi linier menggunakan data observasi dari 4 stasiun BMKG yang ada di Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan iklim untuk pariwisata berpengaruh 64% terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Bali. Saat periode musiman kondisi kenyamanan iklim pariwisata wilayah Bali paling nyaman terjadi pada periode musim kemarau yaitu Juni, Juli, Agustus yakni dengan nilai HCI 80-89 yang termasuk ke dalam kategori “Sangat baik”. Sedangkan pada periode musim hujan nilai HCI menurun yakni berkisar antara 60-69 dengan kategori “Cukup Baik” untuk berwisata. Kondisi kenyamanan iklim pariwisata pada saat kondisi El-Nino cenderung menunjukkan nilai HCI yang lebih tinggi dibandingkan kondisi La-Nina maupun netral sepanjang bulannya, kecuali pada bulan Maret, April, dan Mei. Ambang batas HCI persentil 2 dan persentil 5 adalah 40-69,berarti nilai HCI yang kurang dari 40 termasuk kondisi ekstrem dan tidak nyaman untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Kondisi kenyamanan iklim yang berada di bawah ambang batas tersebut dominan terjadi pada periode musim hujan.
| 201953011.1 | K 011 UTA a | My Library (Rak Skripsi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain