Skripsi
Proyeksi Rawan Kekeringan Lahan Padi Menggunakan Representative Concentration Pathways (RCP) 4.5 di Provinsi Jawa Tengah
Kekeringan lahan padi merupakan masalah yang cukup sering terjadi di
Provinsi Jawa Tengah, karena Jawa Tengah merupakan salah satu sentra padi di
Indonesia. Curah hujan dan ketersediaan air tanah yang tidak cukup akan
mengakibatkan lahan kering dan pertubuhan padi tidak maksimal. Parameter yang
dapat digunakan untuk menganalisis kekeringan adalah curah hujan, suhu, dan
kondisi tanah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kekeringan
lahan padi saat ini (2008-2017) dan masa depan yang dibagi menjadi dua periode,
yaitu near future (2021-2030) dan middle future (2031-2040). Penelitian ini
menggunakan data observasi dan data model skenario Representative Concentration
Pathways (RCP) 4.5 dengan resolusi 20 x 20 km. Metode yang digunakan adalah
penjumlahan bobot tipe iklim utama Oldeman dan ketersediaan air tanah sehingga
memperoleh klasifikasi rawan kekeringan dan mengitung luas rawan kekeringan
sebgai perbandingan antar periode. Berdasarkan hasil analisis, rawan kekeringan
lahan padi saat ini mulai terjadi pada bulan Mei dan puncaknya adalah pada bulan
September. Dibandingkan dengan saat ini, luas kekeringan periode near future
mengalami peningkatan pada kategori sangat rawan sebesar 7% dan rawan sebesar
3% pada bulan Agustus dan peningkatan kategori sangat rawan sebesar 12% pada
bulan September. Luas kekeringan periode middle future mengalami peningkatan
pada kategori sangat rawan sebesar 11% dan kategori rawan sebesar % pada bulan
Agustus dan peningkatan kategori sangat rawan sebesar 9% pada bulan September.
Hal ini menunjukkan bahwa rawan kekeringan bertambah luas pada bulan-bulan
kering yang diasumsikan sebagai puncak bulan kemarau.
| 201953017.1 | K 017 HAW a | My Library (Rak Skripsi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain