Skripsi
TINGKAT KENYAMANAN TERMAL DI KOTA SURABAYA BERDASARKAN INDEKS PANAS (HUMIDEX) DAN PROYEKSINYA BERDASARKAN SKENARIO RCP 4.5
Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta telah
menunjukkan dinamika yang tinggi dan dipicu menjadi kota metropolitan di
Indonesia. Arus urbanisasi ke kota menyebabkan permintaan terhadap perumahan
semakin meningkat sehingga permukiman di Kota Surabaya semakin berkembang
pesat. Banyaknya dilakukan pembangunan membuat suhu udara di perkotaan terus
meningkat, fenomena ini biasa disebut dengan Urban Heat island (UHI). Pada
tahun 2015 Suhu udara Kota Surabaya sudah mencapai angka maksimum 35,3°C,
sedangkan batas normal suhu udara untuk orang Indonesia yang berada di daerah
tropis yaitu kisaran 15°C - 25°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
seberapa besar tingkat kenyamanan termal di Kota Surabaya menggunakan indeks
panas Humidex serta proyeksinya. Untuk mengetahui tingkat kenyamanan perlu
menganalisa parameter seperti suhu udara, kelembapan udara dan kecepatan angin.
Parameter tersebut diambil dari beberapa lokasi Stasiun Meteorologi seperti
Juanda, Perak I dan Perak II yang ada di sekitar Kota Surabaya. Panjang data yang
digunakan dalam penelitian mulai dari 1991-2018 serta akan digunakan untuk
menganalisis periode kejadian ENSO. Pengolahan proyeksi data menggunakan
model skenario Representative Concentration Pathways (RCP4.5) untuk suhu
udara dengan format netCDF (.nc) dari model GCM MIROC5 (Model for
Interdisciplinary Research on Climate) dengan resolusi hingga 4 x 4 km pada
periode 2006-2040. Data proyeksi tersebut dibagi menjadi periode baseline (2006-
2014) dan periode dekat (2032-2040). Hasil Penelitian ini menunjukkan tingkat
kenyamanan saat kondisi El Nino semakin memburuk dibandingkan nomalnya padamusim penghujan yaitu bulan November, Desember, Januari, Februari dan Maret.
Sedangkan saat kondisi La Nina semakin memburuk pada musim kemarau yaitu
bulan Juli, Agustus, September dan Oktober. Proyeksi kenyamanan di Kota
Surabaya sepanjang tahun terburuk dirasakan di Kecamatan Tegalsari, Babutan dan
Pabean Cantian dengan persentase lebih dari 78% kejadian.
| 201953012.1 | K 012 BHA t | My Library (Rak Skripsi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain