Tugas Akhir
ANALISIS VARIASI ANGIN PERMUKAAN DI BANDARA GEWAYANTANA LARANTUKA MENGGUNAKAN METODE WINDROSE
ABSTRAK
Bandar udara Gewayantana Larantuka merupakan bandara perintis
yang memiliki panjang landasan 900 m/2970 feet. Terletak di 08° LS dan
123° BT serta berada pada ketinggian 9 m/30 feet dari MSL. Letaknya
dikelilingi oleh lautan, gunung dan bukit dengan panjang garis pantai
membentang dari arah timur hingga barat dan sebelah utara terdapat
gunung Ille Mandiri.
Metode wind rose yaitu suatu metode perhitungan yang dibuat untuk
mengelompokkan arah dan kecepatan angin yang dibuat untuk
mengetahui gambaran keadaan kondisi angin pada suatu tempat dan
jangka waktu tertentu.
Pola angin permukaan selama periode sepuluh tahun diketahui bahwa
di Bandar Udara Gewayantana terdapat pola angin permukaan yang sama
di antara bulan per bulan. Pada bulan Januari hingga Maret memiliki arah
angin dominan dari arah barat. Hal ini dimungkinkan karena pengaruh
dari angin monsun barat lebih besar daripada pengaruh lokal misalnya
angin darat dan angin laut. Sedangkan berdasarkan hasil penelitian
diketahui bahwa pengaruh monsun barat mulai terlihat pada bulan
Desember dan pada bulan Maret pengaruh dari monsun barat mulai
berkurang.
Berdasarkan pengolahan data angin permukaan harian periode
sepuluh tahun yakni periode Januari 1997 sampai dengan Desember 2006
dapat disimpulkan bahwa variasi angin permukaan dominan yang terjadi
di bandara Gewayantana Larantuka adalah arah selatan dengan
prosentase 17, 27%. Januari hingga Maret pola angin permukaan berasal
dari arah barat. April s/d Desember pola angin permukaannya lebih
dipengaruhi oleh pola angin lokal yakni angin darat dan laut, sedangkan
prosentase kecepatan angin yang >10 knot adalah rata-rata ≤ 10 % .
Prosentase tertinggi pada bulan Juli yakni 10 % dan terendah pada April
1 %.
| 20121007.1 | 551 DAH a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain