Tugas Akhir
KAJIAN TINGKAT KEKERINGAN DENGAN METODE KEETCH-BYRAM DRYNESS INDEX (KDBI) DI PROVINSI JAMBI TAHUN 2006-2008 ABSTRAK Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kem
ABSTRAK
Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kekeringan erat kaitannya dengan musim kemarau, dampak dari musim kemarau dapat dikaitkan dengan menurunnya jumlah curah hujan, berkurangnya sumber air bersih, serta ancaman terjadinya kebakaran lahan disebabkan oleh kekeringan yang panjang yang disebabkan oleh rendahnya rata-rata curah hujan dalam waktu yang lama.
Tingkat kekeringan di suatu wilayah dapat diukur dengan metode “KeetchByram Dryness Index (KDBI)”. Dengan analisis nilai kekeringan menurut KDBI dapat diketahui besarnya tingkat kekeringan di wilayah Jambi. Metode ini menggunakan beberapa parameter cuaca yaitu suhu udara maksimum, jumlah curah hujan harian dan rata-rata jumlah curah hujan tahunan selama 10 tahun. Dengan metode ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi lebih awal untuk mengantisipasi bahaya kebakaran.
Hasil pengolahan menunjukkan kondisi ekstrim terjadi pada bulan Juni, Juli, Agustus dan Oktober dengan nilai KDBI tertinggi sebesar 1940,886 pada tahun 2006. Pada bulan-bulan tersebut perlu diwaspadai timbulnya bahaya kekeringan seperti kebakaran lahan atau hutan, dan juga pada saat nilai KDBI tegolong kategori sedang, tinggi dan ekstrim. Hasil pengolahan KBDI di provinsi Jambi yang diwakili data dari Stasiun Meteorologi Sultan Thaha, Stasiun Klimatologi Jambi dan Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci selama tahun 2006-2008, menunjukkan bahwa pada tahun 2006 merupakan kondisi terekstrim.
Kata kunci : KDBI (Keetch-Byram Dryness Index)
| 20121009.1 | 551 RAT k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain