Tugas Akhir
KARAKTERISTIK IKLIM MENURUT METODE DRYING POWER DAN METODE MOHR DI WILAYAH KALIMANTAN TENGAH
ABSTRAK
Iklim dapat diklasifikasikan dengan menggunakan beberapa metode. Metode Drying Power dan Metode Mohr merupakan dua diantara metode tersebut. Metode Drying Power digunakan untuk menentukan iklim dengan melihat tingkat derajat kekeringannya. Metode Mohr digunakan untuk menentukan iklim berdasarkan banyaknya jumlah curah hujan.
Dalam penentuan iklim di Kalimantan Tengah dengan menggunakan Metode Drying Power, digunakan data unsur cuaca permukaan berupa data kelembaban, suhu udara, tekanan udara serta kecepatan angin. Penentuan karakteristik iklim dengan menggunakan Metode Mohr memerlukan data curah hujan bulanan untuk menentukan bulan basah dan bulan kering. Seluruh data tersebut merupakan data rata-rata bulanan selama lima tahun, yang diperoleh dari hasil observasi di Wilayah kalimantan Tengah, yang diwakili oleh tiga stasiun meteorologi, yaitu Stasiun Meteorologi Buntok, Stasiun Meteorologi Muara Teweh dan Stasiun Meteorologi Palangkaraya.
Dari proses pengolahan dan analisa data, diperoleh bahwa Wilayah Kalimantan Tengah umumnya mempunyai tipe iklim lembab menurut Metode Drying Power, kecuali wilayah Palangkaraya yang mempunyai tipe iklim luar biasa lembab. Dan menurut Metode Mohr, Wilayah Kalimantan Tengah mempunyai tipe iklim basah, kecuali wilayah Buntok yang mempunyai tipe iklim agak basah
| 20121020.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain