Buku
PENGARUH POSISI DAN INTENSITAS SIKLON TROPIS TERHADAP NILAI VORTISITAS RELATIF DI DAERAH SABU NUSA TENGGARA TIMUR PERIODE TAHUN 2001-2008
ABSTRAK
Wilayah Indonesia hampir tidak pernah dilintasi siklon tropis, tetapi daerah disekitar wilayah pertumbuhan siklon mendapat pengaruh tidak langsung seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat yang bergantung pada arah gerakan siklon tersebut.
Keterkaitan kejadian siklon tropis dengan keadaan cuaca di daerah Sabu, dapat diketahui melalui nilai vortisitas relatif yang menunjukkan adanya gerak vertikal dalam hubungannya dengan pembentukan awan di daerah tersebut. Siklon tropis yang diamati adalah siklon tropis yang tumbuh dan berkembang di wilayah Samudera Hindia sebelah utara Australia. Pada wilayah pengamatan tersebut dibagi dalam grid-grid sehingga dapat dibedakan posisi siklon dari daerah Sabu.
Dari hasil pengolahan data secara statistik disimpulkan bahwa posisi tumbuh siklon tropis yang cenderung membuat nilai vortisitas relative di Sabu semakin negatif (-) pada daerah 10ᵒ - 15ᵒ LS dan 110ᵒ BT - 120ᵒ BT. Sedangkan daerah yang membuat nilai vortisitas relative di Sabu semakin positif (+) adalah pada 10ᵒ - 15ᵒ LS dan 125ᵒ BT - 130ᵒ BT serta 15ᵒ - 20ᵒ LS dan 130ᵒ BT - 135ᵒ BT. Selain itu, disimpulkan juga bahwa kuat-lemahnya intensitas suatu kejadian siklon tidak mempengaruhi nilai vortisitas di daerah Sabu.
| 20121044.1 | 551 SOE p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain