Tugas Akhir
VARIABILITAS CURAH HUJAN DI WILAYAH PAPUA BARAT DIKAITKAN DENGAN KEJADIAN ENSO
ABSTRAK
Hasil observasi curah hujan di Papua Barat menyatakan variabilitas
yang cukup signifikan dikaitkan dengan adanya kejadian ENSO selama 30
tahun (1981-2010). Untuk mengkaji variabilitas curah hujan tersebut digunakan
data curah hujan rata-rata bulanan di 3 tempat (Sorong, Manokwari, dan Fakfak)
dan data Indeks Osilasi Selatan (SOI) bulanan pada tahun yang
bersangkutan.
Dalam pengkajian ini, dicari harga indeks curah hujan dengan metoda
matematik berdasarkan rumus penentuan SOI oleh Badan Meteorologi
Australia yang pengerjaannya menggunakan Microsoft Excel. Hasil yang
diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk grafik yang dianalisis dengan
metoda variabilitas wilayah dan variabilitas waktu. Untuk variabilitas waktu
menggunakan periode tahun El Nino kuat yaitu 1982/1983, 1991/1992, dan
1997/1998 yang penentuan awal (onset) dan lamanya kejadian El Nino tersebut
ditentukan berdasarkan data suhu muka laut yang mengalami penyimpangan
sebesar ≥ 0,5 .
Hasil study menunjukkan adanya tingkat kepekaan (sensitivitas) curah
hujan yang berbeda antar wilayah di Papua Barat dalam merespon kejadian
ENSO, serta adanya perbedaan kekuatan dari tahun El Nino tersebut dalam
mempengaruhi jumlah pengurangan curah hujan di Sorong, Manokwari dan
Fak-fak. Respon yang berbeda ini diduga karena proses pembentukan hujan di
Papua Barat lebih didominasi pengaruh monsun Australia serta faktor lokalnya
| 20121078.1 | 551 SOL v | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain