Tugas Akhir
ANALISIS KLASIFIKASI IKLIM DI KABUPATEN MAJENE
ABSTRAK
Sulawesi Barat terdiri dari 5 wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik
iklim yang berbeda-beda tetapi wilayah Majene adalah daerah yang paling kering
daripada yang lainnya. Di Wilayah ini masyarakat jarang ada yang melakukan
kegiatan pertanian khususnya produksi tanaman padi.
Hujan adalah endapan di atmosfer berupa tetes air yang berdiameter lebih
dari 0.5 mm terlepas dari awan atau sekelompok awan yang mencapai permukaan
tanah. Curah Hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan selama
periode tertentu yang diukur dalam satuan tinggi di atas permukaan mendatar
apabila tidak terjadi penghilangan oleh proses penguapan, pengaliran dan
peresapan. Parameter Curah Hujan inilah yang dapat digunakan dalam melakukan
klasifikasi iklim.
Klasifikasi iklim yang dilakukan adalah menggunakan metode Oldeman
dan Schmid ferguson. Data yang digunakan adalah data Curah Hujan dari Stasiun
Meteorologi Majene dari tahun 1998 s/d 2008 dan data empat pos hujan yaitu
Pamboang, Malunda, Sendana dan Rangas dari tahun 2007 s/d 2011.
Berdasarkan klasifikasi dengan Metode Oldeman, Majene merupakan
wilayah yang kering sedangkan berdasarkan klasifikasi dengan Metode Schmidt
Ferguson, Majene merupakan wilayah yang basah. Menurut BMKG, Wilayah
Majene terdiri dari 2 wilayah ZOM yaitu ZOM 306 dan ZOM 307.
| 20121082.1 | 551 MUS a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain