Tugas Akhir
PENERAPAN STANDARD PRECIPITATION INDEX DALAM PREDIKSI DAN EVALUASI TINGKAT KEKERINGAN DI KALIMANTAN BARAT
ABSTRAK
Kekeringan merupakan suatu kejadian alam yang sangat berpengaruh terhadap
ketersediaan cadangan air dalam tanah, baik yang diperlukan untuk
kepentingan pertanian maupun untuk kepentingan manusia lainnya. Dampak
yang ditimbulkannya pun cukup besar terutama bagi wilayah tadah hujan
seperti Kalimantan Barat. Kekeringan berkaitan dengan menurunnya tingkat
curah hujan dibawah normal. Kondisi ini disebut sebagai kekeringan
meteorologis. Pengukuran kekeringan meteorologis merupakan indikasi
pertama adanya bencana kekeringan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode
untuk identifikasi gejala awal terjadinya kekeringan meteorologis ini. Satu
diantaranya adalah Standard Precipitation Index (SPI).
Dalam laporan kerja ini, dilihat penerapan metode SPI dengan membandingkan
hasil prediksi dan evaluasi tingkat kekeringan yang tersebar secara spasial di
Kalimantan Barat. Data curah hujan yang dijadikan sebagai objek penelitian
adalah data curah hujan tahun 2010 yang terdiri dari 20 pos pengamatan hujan
di Kalimantan Barat.
Hasil pengolahan data menunjukan bahwa untuk tahun 2010, tingkat
kekeringan di wilayah Kalimantan Barat didominasi oleh kondisi normal dan
agak basah. Sedangkan tingkat kekeringan dengan kriteria agak kering hingga
sangat kering hanya terlihat di beberapa titik dengan luasan area yang tidak
begitu luas. Dari hasil analisis koefisein korelasi, dapat disimpulkan bahwa
metode SPI yang digunakan dapat diterapkan dalam melakukan prediksi dan
evaluasi tingkat kekeringan meteorologis di wilayah Kalimantan Barat.
| 20121144.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain