Tugas Akhir
ANALISIS PROBABILITAS GEMPABUMI WILAYAH SULAWESI DAN SEKITARNYA DENGAN METODE DISTRIBUSI POISSON
ABSTRAK
Pulau Sulawesi terletaknya pada pertemuan tiga lempeng besar, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, dan sejumlah lempeng mikro, tentu sangat potensial untuk terjadi gempabumi akibat interaksi lempeng-lempeng tersebut. Untuk itu penulis memandang perlu menganalisa secara statistik aktifitas kegempaan di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Data yang digunakan adalah data hasil rekaman gempabumi dari USGS tahun 1973 – 2010 di daerah Sulawesi dan sekitarnya (5º LU - 7º LS dan 118º BT - 127º BT) dengan magnitudo M
≥ 5.5 dan kedalaman 0 ≤ h ≤ 65 km. Wilayah Sulawesi dan sekitarnya kemudian dibagi menjadi empat wilayah berdasarkan seismisitasnya. Adapun wilayah-wilayah tersebut adalah:
b
- Wilyah I : 5.0
o
LU – 0.5
o
LS dan 118
o
BT – 124
BT ; - Wilyah II : 5.0
o
LU – 0.5
o
LS dan 124
o
BT – 127
BT ; - Wilyah III : 0.5
o
LS – 7.0
o
LS dan 118
o
BT – 122.5
BT ; - Wilyah IV : 0.5
o
LS – 7.0
o
LS dan 122.5
o
BT – 127
o
o
o
o
BT. Perhitungan nilai probabilitas gempabumi di tiap wilayah-wilayah tersebut
menggunakan analisa distribusi poisson. Untuk lebih memperkaya wawasan, penulis memasukkan hasil pengolahan data menggunakan metode statistik distribusi normal sebagai pembanding terhadap distribusi poisson. Sedangkan untuk memperifikasi hasil pengolahan data, penulis membandingkan data real yang tercatat di USGS tahun 2011 dengan hasil pengolahan data, agar diketahui tingkat akurasi hasil pengolahan data terhadap hasil pencatatan sebenarnya Hasil perhitungan didapat Untuk Wilayah II mencatat probabilitas gempabumi tertinggi dengan nilai Pr poisson dan Pr normal 3-6 kali dalam setahun dengan persentase poisson dan normal adalah (84.44% dan 72.65%) untuk 3 kali/tahun, (100% dan 94.99%) untuk 4 kali/tahun, (94.74% dan 100%) untuk 5 kali/tahun dan (74.79% dan 84.75% ) untuk 6 kali/tahun. Sedangkan nilai probabilitas gempabumi terkecil didapat pada Wilayah IV yaitu 0 kali dalam setahun dengan persentase 100 % dihasilkan oleh metode distribusi poisson dan distribusi normal. Hasil perifikasi data menunjukkan metode distribusi poisson dan distribusi normal cocok untuk wilayah I,II dan III sedangkan wilayah IV kurang tepat. Dari hasil perhitungan nilai probabilitas poisson diketahui bahwa wilayah II memiliki seismisitas paling tinggi dan wilayah IV memiliki seismisitas paling rendah.
Kata kunci : distribusi poisson, distribusi normal, probalitas seismisitas
| 20122013.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain