Tugas Akhir
POLA PELURUHAN GEMPA SUSULAN DARI GEMPABUMI YOGYAKARTA 26 MEI 2006 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA
ABSTRAK
Gempabumi merusak umumnya diikuti oleh aktvitas gempa susulan (aftershock), yang membentuk pola tertentu. Didaerah Yogyakarta dan Sekitarnya mengalami kerusakan akibat gempa dengan kekuatan 5.9 SR pada tangal 26 Mei – 16 Juli 2006. Selama periode waktu dari tanggal 26 Mei sampai tanggal 16 Juli 2006 tercatat gempa susulan sebanyak 1823 kali pada lokasi 7˚ LS – 10˚ LS dan 108˚ BT - 112˚ BT.
Dengan menggunakan data Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta diperoleh hubungan antara frekuensi gempa susulan n(t) dengan waktu (t) menggunakan metode mogi 2
Dari hasil analisa dan pengolahan untuk gempa susulan didaerah Jogja dengan diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Lama waktu terjadinya gempa susulan < 100 hari, dan secara teoritis frekuensi gempa bumi akan menjadi nol. Oleh karena itu peluruhan gempa Yogyakarta ini menggunakan metode Mogi II.
2. Metode Mogi II sesuai untuk daerah Yogyakarta dan sekitarnya, karena hasil perhitungan koefisien korelasi sample (r) = -0,82, menunjukkan bahwa frekuensi gempa susulan (n(t)) terhadap waktu (t) yang negatif cukup kuat. Dengan kata lain bahwa penurunan frekuensi gempa susulan akan mendekati nol bersesuaian dengan bertambahnya waktu.
| 20122015.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain