Tugas Akhir
STUDI PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM UNTUK DAERAH PULAU NIAS PERIODE JANUARI 1973- MEI 2012
ABSTRAK
Pulau Nias terjadi karena pengangkatan busur muka akibat penunjaman lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, sehingga pulau ini merupakan daerah rawan gempabumi karena terletak di zona subduksi. Percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleration (PGA) adalah nilai terbesar percepatan tanah pada suatu tempat yang diakibatkan oleh getaran gempabumi dalam periode waktu tertentu. Semakin besar nilai PGA yang pernah terjadi disuatu tempat, semakin besar resiko dampak gempabumi yang mungkin terjadi. Dengan batasan sebaran episenter dari 00LU – 20LU dan 96.50BT – 98.50BT magnitudo > 5 dan data gempabumi dengan magnitudo > 7 disekitar daerah penelitian kemudian membagi daerah Pulau Nias dan sekitarnya menjadi 121 grid dengan jarak masing-masing grid 0.20, penulis menghitung percepatan tanah maksimum dengan menggunakan metode Donovan, Esteva, McGuirre, Katayama, Kawashumi, Oliviera, M.V.Mickey, Richter, serta Murphy dan O’Brein. Setelah itu, akan dibandingkan antara hasil perhitungan dengan peta Seismic Hazard of Western Indonesia USGS (2008) yang dianggap sebagai nilai percepatan tanah yang benar, sehingga mendapatkan rumus empiris yang dianggap cocok dipakai di daerah Pulau Nias. Nilai percepatan tanah maksimum dari beberapa metode yang dibahas dalam penulisan ini yang dianggap cocok (mendekati) adalah rumus empiris Donovan, Katayama, McGuirre, M.V.Mickey, dan Richter. Sedangkan Esteva, Kawashumi, Oliviera, serta Murphy dan O’Brein menghasilkan nilai percepatan tanah yang menyimpang jauh (lebih tinggi atau lebih rendah).
| 20122025.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain