Tugas Akhir
SEISMISITAS DI MALUKU UTARA BERDASARKAN ANALISA NILAI-b
ABSTRAK
Sebagai salah satu wilayah yang menjadi pertemuan tiga lempeng tektonik, Maluku Utara menjadi daerah yang sering terjadi bencana gempabumi yang menimbulkan kerusakan. karena Zona Laut Maluku merupakan daerah pertemuan tiga lempeng konvergen yaitu Eurasia, Pasifik dan Filipina. Tercatat banyak gempa merusak terjadi di daerah ini. Untuk itu perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik gempabumi, khususnya untuk daerah aktif gempa. Pengetahuan mengenai seismisitas dapat dipelajari melalui penelitian tentang karakteristik gempabumi dan tingkat resiko seismik.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa secara statistik seismisitas di daerah Maluku Utara dari tahun 1975 – 2009, dengan menganalisa data yang diperoleh dari Pusat Gempa Nasional BMKG, pada batasan wilayah 3º LS - 3º LU dan 123º BT - 129º BT, yang dibagi dalam 4 region, dengan magnitude M≥4 dan kedalaman dangkal ( h ≤ 80 km).
Dari hasil pengolahan data, Nilai a dan b didapatkan menggunakan Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method) sehingga diperoleh hubungan antara magnitude dan frekuensi gempabumi, dengan menggunakan persamaan: Log N(M)= a-bM. Untuk Region I: Log N(M) = 4.981731-0.629646M, Region II Log N (M) = 6.784971-0.856045M, Region III Log N (M) = 5.677086-0.769932M, Region IV Log N (M) = 5.377937-0.691031M.
Secara umum tingkat seismisitas di daerah Maluku Utara cukup tinggi. ditunjukkan dengan nilai a yang berkisar antara 4.981731-6.784971 dan nilai b antara 0.629646-0.856045.
| 20122028.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain