Tugas Akhir
Analisis Tingginya Curah Hujan Bulan Februari 2007 Pasca El Nino tahun 2006 Di Cengkareng Ditinjau Dari Stabilitas Udara
ABSTRAK
El Nino adalah fenomena alam yang memiliki skala global dan
mempunyai siklus yang tidak menentu yang disebabkan meningkatnya suhu
muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata -
ratanya. Dampak yang di rasakan selama ini adalah curah hujan di sebagian
besar wilayah Indonesia berkurang. Salah satu indikator fenomena El Nino
adalah nilai Indeks Osilasi Selatan (IOS).
Berdasarkan data IOS pada bulan Mei 2006 hingga Januari 2007
mengindikasikan bahwa telah terjadi El Nino dengan intensitas sedang. Sifat
curah hujan di Cengkareng pada bulan Mei 2006 hingga Januari 2007
menunjukkan bahwa pada bulan-bulan tersebut curah hujannya berada dibawah
normal. Pasca El Nino, curah hujan di Cengkareng meningkat dengan tajam dan
menyimpang dari pola normalnya yaitu puncak curah hujan bergeser dari bulan
Januari 2007 menuju Februari 2007.
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya curah hujan yang
tinggi pasca El Nino 2006 khususnya bulan Februari 2007 ditinjau dari stabilitas
udara yang diketahui dari nilai Showalter Indeks, K Indeks, dan SWEAT Indeks.
Dari hasil analisis stabilitas udara deng an metode Showalter Indeks, K
indeks, SWEAT indeks di Cengkareng menunjukkan bahwa bulan Februari
2007 nilai indeks stabilitas menunjukkan angka tertinggi dan terendah
dibandingkan dengan bulan-bulan sebelum dan sesudahnya.
| 20101033.1 | MAH a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain