Tugas Akhir
Variasi Kelembaban Udara Permukaan Di Stasiun Meteorologi Serang Pada Episode Enso Kuat,Sedang,Dan Lemah (Periode 1979-2008
ABSTRAK
Saat ini fenomena El Nino menjadi hangat dibicarakan.Elnino merupakan fenomena interaksi antara laut dan atmosfer yang berpusat di wilayah ekuatorial Samudra Pasifik. Fenomena El Nino ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur dengan anomalinya positif. Sementara anomali SOI negatif. Dampak dari fenomena ini terasa secara global. Salah satunya di Indonesia.
Pengalaman membuktikan bahwa ketika terjadi fenomena El Nino atau ENSO, curah hujan di Indonesia berkurang. Hal ini dipengaruhi oleh uap air yang sedikit di atmosfer pada saat El Nino atau ENSO yang diakibatkan suhu muka laut di samudra pasifik bagian barat (sekitar Papua) mengalami penurunan dari normalnya, sehingga kelembabanya pun rendah yang mengakibatkan menurunya proses pembentukan awan dan hujan. Dengan menggunakan data kelembaban dari Stasiun Meteorologi Serang, SST NINO 3.4, dan SOI dengan didukung metode statistika dan teknik overlay dalam bentuk grafik dapat diketahui variasi pola ketiga parameter tersebut.
Hasil analisa menunjukan variasi kelembaban permukaan di Stasiun Meteorologi Serang mengalami respon signifikan berupa anomali negatif terjadi pada El Niño/ENSO dengan kategori kuat, sedang pada kejadian El Niño/ENSO dengan kategori sedang dan lemah tidak begitu jelas tanggapan atau responnya.
| 20101060.1 | ALM v 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain