Tugas Akhir
Kajian Pasang Surut Air Laut Stasiun Meteorologi Maritim II Surabaya Periode 2004-2008
ABSTRAK
Pasang surut air laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih kecil [Dronkers, 1964]. Bulan beredar mengelilingi bumi dan matahari mengikuti suatu garis edar dengan periode tertentu secara teratur, sehingga fenomena pasang surut air laut selalu berulang dengan periode tertentu. Mencermati hal tersebut, penulis melakukan suatu kajian tentang nilai ketinggian pasang dan surut air laut terhadap posisi matahari dan waktu (jam). Dari hasil pengolahan dan analisa data diperoleh kesimpulan bahwa ketika posisi matahari menjauhi ekuator yaitu sekitar Bulan Juni (matahari berada di 23,5o LU) dan Bulan Desember (matahari berada di 23,5o LS) nilai ketinggian pasang dan surut yang terjadi cukup tinggi dimana pada waktu-waktu tersebut terjadi pasang tertinggi dan surut terendah. Sedangkan ketika posisi matahari berada di ekuator (sekitar Bulan Maret dan September) nilai ketinggian pasang dan surut yang terjadi tidak terlalu tinggi (rendah) dimana pada waktu-waktu tersebut terjadi pasang terendah dan surut tertinggi. Selain itu juga diperoleh bahwa ketika matahari berada di belahan bumi utara pasang tertinggi paling banyak terjadi sekitar jam 09-12 UTC (jam 16-19 waktu setempat) sedangkan surut terendah paling banyak terjadi sekitar jam 19-00 UTC (jam 02-07 waktu setempat). Sedangkan ketika matahari berada belahan bumi selatan pasang tertinggi paling banyak terjadi sekitar jam 21-00 UTC (sekitar jam 04-07 waktu setempat). Sedangkan surut terendah banyak terjadi sekitar jam 05-08 UTC (sekitar jam 12-15 waktu setempat).
| 20101109.1 | UTA k 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain