Tugas Akhir
Analisa Tingkat Resiko Bencana Gempa Bumi Berbasis Spasial
ABSTRAK
Kota Cilegon merupakan salah satu wilayah Indonesia yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi, hal ini dikarenakan posisi Kota Cilegon yang berada diatas pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang relatif aktif. Disamping itu, sebagai kota industri dimana lokasinya berdampingan dengan area pemukiman, berdampak pada kerentanan demografi dan ekonomi yang cukup tinggi.
Penilaian tingkat resiko bencana merupakan upaya dalam menentukan langkah perencanaan yang sesuai dengan kondisi kebencanaan. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan pembangunan yang direncanakan dapat meminimalkan tingkat kerentanan bencana. Salah satu metoda yang dilakukan untuk mengetahui tingkat resiko bencana (Risk, R) adalah dengan menggunakan metoda spasial, yaitu dengan melakukan teknik tumpang susun (overlay) dari data kerentanan (vulnerability, V) dengan bahaya bencana (hazard, H) wilayah. Adapun hubungan antara tingkat resiko dengan kerentanan dan ancaman di tulis dengan persamaan berikut R = (H X V) . Dari persamaan tersebut diketahui bahwa resiko merupakan resultan dari ancaman dengan kerentanan.
Hasil yang diperoleh diketahui bahwa hampir sebagian besar area kawasan industri studi memiliki tingkat resiko yang tinggi . Untuk wilayah Kelurahan Rawa Arum, Samangraya, diikuti Kepuh, dan Randakaru memiliki area beresiko lebih luas dibandingkan wilayah lainnya. Kerugian terbesar dialami sebagian besar adalah sektor industri untuk kerugian langsung (Direct damages), sedangkan untuk kerugian tidak langsung (indirect damages) sektor perekonomian mikro dan makro serta lapangan kerja merupakan sektor yang paling mengalami dampak tersebut. Berdasarkan tingkat resiko melalui analisis ini, dapat dijadikan sebagai upaya mitigasi kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan wilayah dalam mengakomodir kondisi kebencanaan.
| 20102022.1 | KAR a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain