Tugas Akhir
Penentuan Densitas Dan Permodelan Dua Dimensi Data Gravitasi Di Wilayah Semarang
ABSTRAK
Informasi rapat massa batuan dapat dihasilkan dari pengukuran langsung di lapangan dengan berbagai metode yaitu metode nettleton dan parasnis.
Pendekatan Parasmis menganggap bahwa persamaan anomali bouger dapat dipandang sebagai persamaan linier sedangkan pendekatan Nettleton menganggap bahwa ada perbedaan antara koreksi bouger dan topografi. Profil anomali bougernya memilih rapat massa korelasi ( baik positif / negatif ) antara topografi dengan anomali bougernya.
Dari hasil perbandingan dua metode dengan geologi daerah setempat diperoleh densitas rata-rata daerah Semarang yang bertopografi relatif datar adalah 2.1 gr/cm
3
, metode yang lebih cocok digunakan adalah metode Parasnis. Sedangkan pada daerah Semarang dengan variasi topografi datar dan berbukit diperoleh densitas rata-rata adalah 2.3 gr/cm
3
, metode yang lebih cocok digunakan adalah Metode Nettleton.
Dari peta kontur anomali gravitasi keseluruhan daerah Semarang menunjukkan keberadaan anomali gravitasi, dimana daerah Semarang bagian utara yang bertopografi datar memiliki variasi anomali yaitu dari anomali rendah hingga anomali tinggi, sedangkan daerah Semarang bagian selatan yang bertopografi tinggi memiliki anomali relatif rendah. Hal ini mengindikasikan adanya benda/batuan atau struktur penyebab anomali di area tersebut, dimana distribusi anomali di wilayah Semarang bagian utara mengindikasikan terdapat land subsidence (amblesan tanah). Sedangkan pola struktur yang ditunjukkan dari hasil pemodelan GRAV2D memperlihatkan struktur geologi umum daerah pengamatan yang memberikan informasi mengenai batuan penyusun dari daerah pengamatan tersebut.
| 20102018.1 | ARI p 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain