Tugas Akhir
Efek Kabut Dan Visibility Terhadap Operasi Penerbangan Di Lanud Husein Bandung Tahun 2003
ABSTRAK
Kabut dapat didefinisikan sebagai titik-titik air yang merupakan hasil
kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terapung-apung di atmosfer dekat
,)ermukaan bumi.untuk menghasilkan kondensasi atau sublimasi di perlukan
tingkat kejenuhan udara yang tinggi di mana kelembaban relatij'mendekati atau
sama dengan 100%. Di LANUD Husein merupakan daerah yang potensial untuk
terbentuknya kabut pada pagi hari yang di dahului dengan adanya proses
pemanasan dan pendinginan. Adanya variasi pemanasan dan pendinginan
tersebut menandakan bahwa kabut yang terjadi adalah kabut –radiasi, dengan
waktu pada umumnya pagi hari, dimana kelembaban antara 90- 97%.dengan
suhu rata-rata 21,6°C-26.5°C, kecepatan angin calm, dan visibiliti pada saat
terjadinya kabut paling banyak antara 0-1000 meter.
Hasil analisa terjadinya kabut pada tahun 2003 frekuensi kabut sebanyak
23 kali, dengan frekuensi terbanyak pada bulan Maret sebanyak 5 kali dan
frekuensi kabut dengan visibiliti 1000 m terjadi paling banyak yaitu sebanyak 7
kali.
| 20101049.1 | WID e 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain