Tugas Akhir
ANALISIS CROSSWIND (ANGIN SILANG) DI LANDAS PACU HANG NADIM BATAM (PERIODE 2008-2010)
ABSTRAK Di penerbangan dalam operasinya dikenal tiga tahapan yaitu proses take off (lepas landas), cruising (terbang) dan landing (mendarat). Fase take off dan landing adalah fase yang paling berbahaya hal Ini diperkuat berdasarkan penelitian Boeing yang dilakukan pada periode 1950-2004 dimana mayoritas kecelakaan terjadi pada tahap take off (sebesar 17 %) dan landing (sebesar 51 %). Laju keseringan penerbangan di Indonesia (data IATS Analysis) antara tahun 1988 – 2003 sekitar 3,9% dan diperkirakan naik menjadi 6,4% sampai akhir 2013. Angin yang datangnya tegak lurus dengan landas pacu dinamakan crosswind. Dampak dari adanya crosswind dapat menimbulkan gagal takeoff dan landing. Dalam penulisan ini penulis menganalisis persentase terjadinya crosswind dan arah dominan datangnya crosswind di landas pacu Bandara Hang Nadim Batam menggunakan data arah dan kecepatan angin pada bulan Januari 2008 – Desember 2011 dengan metode membuat rumus crosswind dari komponen U dan V dari data angin tiap jam. Hasil perhitungan menunjukan bahwa crosswind dengan kecepatan diatas 20 knot yang dapat membahayakan gerak pesawat pada tahap take off dan landing dengan persentase kejadian rata-rata setiap bulan adalah 0,02% dan ditemui pada bulan Juni – September. Arah crosswind dominan berasal dari arah kiri runway 04 dengan persentase 31,08% dan 28,98% berasal dari arah runway 04.
| 20131031.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain