Tugas Akhir
KAJIAN DEFINISI AWAL MUSIM HUJAN DENGAN MULTIPARAMETER DI MEDAN DAN SEKITARNYA
ABSTRAK
Awal Musim Hujan (AMH) di wilayah Indonesia ditandai dengan meningkatnya curah hujan di berbagai daerah salah satunya adalah Sumatera Utara. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat kajian AMH setiap tahunnya menggunakan metode analisa subjektif berdasarkan data curah hujan dasarian sebagai ukuran dalam penentuan masuknya awal musim hujan. Penentuan dasarian AMH yang tepat sangat penting, hal ini karena informasi tersebut menyangkut berbagai kegiatan sosial-ekonomi masyarakat di Indonesia. Terutama sekali dalam bidang perencanaan pertanian yang akan berdampak pada produksi makanan dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam kajian kali ini AMH didapat bukan hanya berdasarkan satu parameter meteorologi yaitu curah hujan melainkan menggunakan multiparameter. Parameter yang digunakan adalah curah hujan, Outgoing Longwave Radiaton (OLR) dan juga angin pada ketinggian 850 mb. Ketiga parameter yang digunakan dianggap saling berhubungan satu sama lain.
Dengan metode analisa subjektif didapatlah dasarian AMH berdasarkan kriteria penelitian yaitu dengan multiparameter. Dari hasil yang didapat lalu dibandingkan dengan kriteria BMKG yaitu dengan satu parameter. Hasil perbandingan AMH dengan kriteria penelitian di wilayah pesisir timur Sumatera Utara mundur beberapa dasarian (datang lebih lambat) dibandingkan menggunakan kriteria BMKG.
| 20131001.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain