Tugas Akhir
PENGARUH EL NINO TERHADAP CURAH HUJAN DI PONTIANAK, PALANGKARAYA, DAN SAMARINDA
ABSTRAK Begitu banyak fenomena global yang mempengaruhi pola perkembangan cuaca di wilayah Indonesia, salah satunya adalah El Nino. Pada kejadian El Nino, yang merupakan fenomena global dari interaksi laut dan atmosfer, terjadi pergeseran pusat sirkulasi Walker (pusat konveksi) dari daerah kolam hangat di utara Irian menuju ke wilayah lebih timur di Pasifik Tengah. Akibatnya wilayah benua maritim mengalami subsidensi yang menyebabkan pengurangan curah hujan yang sangat drastis terutama pada bulan Juni hingga September. Untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh El Nino terhadap curah hujan di wilayah Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda di lakukan analisa data curah hujan tiap bulan pada tahun 1982, 1991 dan 1997 (yang merupakan tahun El Nino kuat) dan data curah hujan rata-rata pada masing-masing daerah tersebut selama 20 tahun (pada periode tahun 1982-2001). Selanjutnya mengolah data curah hujan bulanan tahun 1982, 1991, dan 1997 diolah dengan metode komposit, untuk di bandingkan dengan kondisi curah hujan rata-rata di wilayah yang akan di teliti selama 20 tahun (1982-2001). Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan pengaruh El Nino di masing-masing wilayah. Secara umum, terjadi penurunan jumlah curah hujan. Penurunan curah hujan lebih terlihat pada saat musim kemarau yaitu pada bulan Juni hingga Oktober, dengan penurunan curah hujan terbesar terjadi di Palangkaraya sebanyak 10 bulan. Anomali penurunan curah hujan terbesar pada masing-masing wilayah pada umumnya berkisar antara 80% hingga 90%. Ditinjau dari pola angin bulanan saat kejadian El Nino belokan angin yang sering terjadi di wilayah Kalimantan tidak begitu jelas terlihat, namun pada bulan September terlihat sedikit adanya gangguan sistem angin yang sifatnya lokal.
| 20131032.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain