Tugas Akhir
PERBANDINGAN CROSSWIND ANTARA LANDASAN 13/31 DENGAN LANDASAN 03/21 BANDAR UDARA SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
ABSTRAK
Angin permukaan di bandara Hasanuddin Makassar penting untuk diketahui pola angin dan besar crosswind yang dapat terjadi di landasan lama dan baru bandara Hasanuddin guna menunjang keselamatan operasi penerbangan khususnya pada fase lepas landas dan pendaratan. Letak geografis dan keadaan topografi bandara Hasanuddin dapat mempengaruhi variasi arah dan kecepatan angin permukaan yang terjadi. Untuk mengetahui pola angin yang terjadi, data angin permukaan diklasifikasikan dan diplot ke dalam diagram windrose. Besar komponen crosswind dihitung dengan cara menghitung besar komponen tegak lurus horisontal angin permukaan yang terjadi terhadap setiap arah landasan yang ada. Diperoleh hasil yaitu pola angin yang terjadi berhembus dari Timuran dan Tenggaraan dengan kecepatan dominan 1-3 knot dan dari baratan hingga barat lautan dengan kecepatan dominan 7-10 knot. Kecepatan crosswind yang paling sering terjadi di landasan lama dan baru adalah dengan kecepatan 1-3 knot yang mempunyai prosentasi berkisar antara 41,8 % hingga 61,5 % perbulannya, dan dapat terjadi crosswind maksimum dengan kecepatan hingga 27 knot.
| 20131065.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain