Tugas Akhir
ANALISA KEADAAN CUACA SAAT KECELAKAAN PESAWAT MERPATI MA-60 DI TELUK KAIMANA ( Studi Kasus Tanggal 7 Mei 2011 )
ABSTRAK
Cuaca merupakan kondisi fisik atmosfer di suatu tempat dan pada saat tertentu. Atmosfer merupakan tempat dimana operasi penerbangan berlangsung. Dalam operasi penerbangan, sebuah pesawat akan menempuh tiga fase penting, pertama, fase tinggal landas (Take off), kedua, fase menjelajah (Cruissing) dan yang ketiga, fase pendaratan (Landing). Ketiga fase di atas ini sangat berhubungan erat dengan unsur-unsur cuaca, dimana pengaruh cuaca sangat besar terhadap aktifitas kelancaran dan keselamatan dalam dunia penerbangan.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menganalisis data observasi cuaca permukaan pada sebelum, saat, dan sesudah peristiwa kecelakaan. kemudian untuk analisa subyektif menggunakan data medan angin (Streamline) dan data citra satelit. Dalam pemanfaatan data satelit digunakan software SATAID agar mendapatkan hasil analisis citra yang lebih objektif.
Berdasarkan data Real time saat kejadian kecelakaan dari stasiun meteorologi penerbangan Kaimana, menunjukkan indikasi terjadinya cuaca buruk yang dianggap sebagai salah satu faktor penyebab jatuhnya pesawat terbang. Salah satu parameter cuaca yang cukup menggangu kelancaran saat pendaratan pesawat merpati MA-60 adalah kondisi hujan sehingga menurunkan tingkat visibility. Analisis citra mengindikasikan saat kejadian terdapat awan-awan konvektif dengan potensi intensitas hujan yang cukup tinggi.
| 20131010.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain