Tugas Akhir
KAJIAN SUPERPOSISI COLD SURGE DAN GANGGUAN PUSARAN UDARA (VORTEX) DI KALIMANTAN BARAT : Studi Kasus Tahun 2009
ABSTRAK
Cold surge merupakan desakan aliran udara dingin dari daratan Asia
(Asia Timur) yang menjalar keselatan hingga mencapai Indonesia bagian barat.
Cold surge biasa terjadi pada saat di Asia memasuki musim dingin. Cold surge
dapat muncul bersamaan dengan beberapa fenomena lain seperti : subtropical
ridge, cross equatorial flow, dan monsoon trough. Namun, jika cold surge dalam
penjalarannya bertemu dengan vortex di utara, maka akan terhenti dan wilayah
bagian selatan cenderung kering. Untuk mengisolir kejadian cold surge,
digunakan metode seleksi kejadian El-Nino, La-Nina, Dipole Mode, danMJO.
Indeks cold surge yang diperoleh diklasifikasi dan diseleksi, dengan kejadian cold
surge yang kontinu diperoleh yaitu pada tanggal 11-21 November 2009. Secara
umum, kemunculan cold surge di Indonesia berakibat pada munculnya curah
hujan. Cold surge maksimum terjadi pada bulan Januari dan minimum terjadi
pada bulan April. Gangguan berupa vortex di sekitar Kalimantan Barat,
menghambat penjalaran cold surge kuat pada tanggal 17 November 2009,
sehingga terjadi superposisi. Superposisi cold surge dan vortex mengakibatkan
tidak ada hujan di Pontianak karena massa udara di Pontianak telah terbawa oleh
gerak vortex dan terkondensasi di wilayah vortex. Di Nangapinoh dan Ketapang
terjadi hujan diperkirakan karena dominasi lokal.
| 20131042.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain