Tugas Akhir
ANALISIS KONDISI ATMOSFER PADA SAAT KEJADIAN BANJIR DI PUTUSSIBAU (STUDI KASUS 06-09 OKTOBER 2010)
ABSTRAK Cuaca dan Iklim di Indonesia dipengaruhi fenomena global, regional, dan lokal. Fenomena lokal yang berkontribusi terhadap kondisi cuaca Indonesia, seperti topografi yang bergunung, berlembah, daerah pantai, dan sebagainya. Pada tanggal 06-09 Oktober 2010 telah terjadi banjir di beberapa wilayah di Putussibau. Kejadian banjir tersebut diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan selama beberapa terakhir sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Kapuas, Sungai Sibau, dan Sungai Mendalam yang bermuara di Putussibau. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan cara mengalisis data- data yg dikumpulkan dari skala global, regional maupun lokal. Penulis menganalisis pola medan tekanan, streamline, satelit MTSAT, pola cuaca sinoptik yang meliputi suhu (T) dan Kelembaban relative (Rh). Serta mengolah data udara atas PIBAL dengan metode Hodograf. Ditunjang dengan data dukung lainnya yaitu analisa OLR, SST dan MJO Dari analisa sehari sebelum kejadian, saat kejadian hingga sehari setelah kejadian, didapatkan bahwa kejadian hujan lebat di Putussibau terjadi karena pengaruh Low Pressure Area dan Eddy yang kuat di daerah Putussibau, sehingga menimbulkan banyaknya pertumbuhan awan pada daerah ini. Dari pantauan citra satelit MTSAT, terlihat perkembangan awan yang signifikan pada beberapa hari sebelum kejadian, saat kejadian dan menurun pada hari setelah kejadian. Kondisi cuaca permukaan menunjukkan adanya pola perubahan yang relatif signifikan terutama suhu udara (T) dan kelembaban relatif (Rh) yang berpengaruh terhadap terjadinya hujan pada tanggal 7-8 Oktober 2010. Ditambah dengan kondisi udara atas yang menunjukkan bahwa kondisi atmosfer pada saat kejadian umumnya labil. Data analisis lain yang mendukung diantaranya SST yang hangat akibat adanya La Nina tahun 2010, OLR negatif serta fase MJO pada fase 4-5 (Maritime Continent)
| 20131077.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain