Tugas Akhir
KARAKTERISTIK DIPOLE MODE INDEKS (DMI) HUBUNGAN-NYA DENGAN PERILAKU CURAH HUJAN DI PROPINSI BENGKULU BERBASIS ANALISIS MOTHER WAVELET
ABSTRAK
Dinamika atmosfer di wilayah benua maritim Indonesia (BMI) sangat kompleks,
selain faktor monsun yang relatif dominan berperan, ada faktor lain yaitu
kombinasi interaksi antara fenomena ENSO (El-Niño and Southern Oscillation),
DM (Dipole Mode) dan faktor lokal juga berperan besar. Pada bulan Januari
1989, wilayah provinsi Bengkulu pernah mengalami banjir besar dimana
intensitas curah hujan yang tercratat di Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu
mencapai 1109 mm/bulan dengan jumlah hari hujan mencapai 21 hari. Untuk
mengantisipasi kejadian tersebut berulang, maka dilakukan analisis terhadap
kejadian tersebut dengan menentukan periode ulang dari kejadian curah hujan
ekstrim serta membuktikan bahwa kejadian Dipole Mode di Samudera Hindia
mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap curah hujan di Propinsi
Bengkulu.
Hasil pengolahan DMI dan curah hujan dengan menggunakan analisa wavelet
berbasis mother wavelet menunjukkan bahwa 6 (enam) cluster curah hujan
ternyata memiliki osilasi dominan yang sesuai dengan data DMI yaitu sekitar 1,5
tahun hingga 7 tahun, kecuali pada cluster V memiliki osilasi yang berbeda hal
ini dipengaruhi karena kondisi geografis yang sedikit berbeda. Dari analisa
korelasi diketahui bahwa cluster III memiliki hubungan yang tertinggi dengan
nilai r = -0,338 dan cluster I memiliki korelasi terendah dengan nilai
r = -0.176.
Kata kunci : DMI, Curah hujan, Cluster, dan Analisis wavelet
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain