Tugas Akhir
STUDI KOMPARASI ANTARA DATA TMPA 3B43 (TRMM MULTISATELLITE PRECIPITATION ANALYSIS) DAN DATA STASIUN PENGAMAT HUJAN DI PROVINSI BALI
Abstrak:
Tulisan ini menguraikan tentang pola spasial anomali curah hujan selama Juli
sampai Desember 2010 di Bali berdasarkan data satelit TMPA 3B43. Selanjutnya hasil
analisis dari data satelit TMPA 3B43 di komparasikan dengan data observasi yang
diperoleh dari 12 stasiun pengamatan hujan di Bali. Data TMPA 3B43 yang digunakan
adalah rata-rata selama 10 tahun yaitu dari tahun 2000 sampai 2009 dengan fokus
analisis berupa analisis curah hujan bulanan.
Dari analisis data satelit TMPA 3B43 terlihat bahwa anomali peningkatan curah
hujan mulai tinggi pada bulan Juli dan terus berlangsung hingga September, namun
mulai terjadi penurunan memasuki bulan Oktober hingga Desember 2010. Pola yang
sama juga ditunjukkan dari analisa spasial data curah hujan BMKG. Pergerakan spasial
anomali hujan berlangsung secara dinamis, antara lain dipengaruhi oleh kondisi
anomali iklim sebagai dampak La Nina intensitas moderate yang teridentifikasi dari
indeks ENSO (El-Nino Southern Oscillation) dan SOI (Southern Oscillation Index)
yang didukung juga dengan hasil analisa sifat hujan, analisa power spectrum, serta
analisa korelasi indeks ENSO dan SOI terhadap curah hujan di Bali.
Hasil komparasi antara data TMPA 3B43 dan data BMKG menunjukkan adanya
tingkat korelasi positif yang bervariasi dari rendah - cukup kuat (untuk korelasi per
bulan) dan cukup kuat - sangat kuat (untuk korelasi per pos hujan). Hal ini sesuai dan
mendukung penelitian terdahulu yang menyatakan terdapat korelasi positif yang kuat
untuk korelasi per pos hujan. Keadaan ini menggambarkan bahwa data curah hujan
bulanan TMPA 3B43 bisa digunakan sebagai salah satu data alternatif untuk
mengetahui sebaran spasial anomali hujan secara terkini. Selain itu pemanfaatan data
penginderaan jauh juga dapat memberikan informasi interaksi sebaran spasial dan
temporal curah hujan antara daratan dan lautan di Bali. Akan tetapi untuk mengetahui
jumlah anomali hujan bulanan secara tepat, maka perlu dihilangkan nilai-nilai error
pada data satelit dengan melakukan korelasi data secara menyeluruh untuk
mendapatkan nilai-nilai faktor koreksi.
Kata kunci : komparasi, anomali hujan, TMPA 3B43, korelasi, dan pola spasial
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain