Tugas Akhir
ANALISIS AWAL MUSIM DAN KEJADIAN KABUT ASAP (SMOG) TERHADAP PENUTUPAN BANDARA H. ASAN SAMPIT
ABSTRAK
Kecelakaan pesawat terbang banyak terjadi pada saat pesawat mengudara (take off) dan mendarat (landing). Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan terkait keselamatan penerbangan adalah informasi jarak pandang mendatar (horizontal). Berkurangnya jarak pandang (visibility) berkaitan dengan fenomena meteorologi seperti kabut asap yang sangat mengganggu aktifitas masyarakat.
Kabut asap secara umum terjadi pada saat musim kemarau sehingga berpeluang penutupan pada bandara, untuk itu perlu dikaji awal musim kemarau, pengaruh suhu dan kecepatan angin saat kabut asap dan kejadian kabut asap terhadap penutupan di Bandara H. Asan Sampit, dimana penentuan awal musim kemarau dilakukan dengan menjumlahkan data curah hujan perdasarian, Sedangkan keterkaitan tingkat ketebalan kabut asap terhadap penutupan bandara berdasarkan visibility menggunakan analisis deskriftif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa musim kemarau di Kota Sampit terjadi antara bulan Juli sampai bulan September, dengan puncaknya pada bulan Agustus. Frekuensi total kejadian Asap dan Kabut Asap terjadi pada bulan Agustus – November. Dalam periode 10 tahun (2002-2011) kejadian kabut asap paling sering terjadi pada tahun 2006. Penutupan Bandara H. Asan Sampit untuk penerbangan pada kondisi kabut dan kabut asap tipis, sedang, tebal, dan sangat tebal dengan visibility ≤ 1000 meter.
Kata kunci : Kabut Asap, Penutupan Bandara, Musim
| 20131137.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain