Skripsi
PENENTUAN TRESHOLD INTENSITY UNTUK PRODUK SWWI PADA RADAR CUACA DENPASAR DENGAN MENGGUNAKAN DATA LIGHTNING DETECTOR (STUDI KASUS 2013)
ABSTRAK
Awan merupakan salah satu elemen yang memiliki kontribusi penting terhadap cuaca yang kita rasakan setiap hari. Salah satu jenis awan yang memiliki pengaruh paling besar terhadap proses terjadinya cuaca buruk adalah awan konvektif yakni awan Cumulonimbus. Keberadaan awan-awan konvektif ini dapat dipantau oleh salah satu instrumen yakni radar cuaca. Karakteristik fenomena cuaca bermakna yang dihasilkan oleh awan Cumulonimbus memiliki nilai reflektifitas yang berbedabeda di setiap daerah bila diperhatikan dari produk SWWI. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan penentuan treshold untuk input treshold produk SWWI pada wilayah Bali yang didasarkan pada data petir hasil pengamatan dari Lightning Detector. Penentuan treshold dilakukan dengan mencari nilai reflektifitas maksimum (menggunakan produk CMAX) yang paling sering muncul pada bulan-bulan puncak terjadinya petir ( terlihat pada strike pertama yang tercatat pada Lightning detector) di Bali pada tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa nilai reflektifitas maksimum yang paling sering muncul pada bulan puncak petir tahun 2013 sebesar 48 dBz. Kemudian dilakukan validasi dengan membandingkan produk SWWI yang menggunakan treshold 30 dBz ( default) dan treshold baru yang bernilai 40 dBz. Hasil validasi menunjukkan bahwa treshold default memiliki peluang yang lebih besar untuk terjadinya cuaca buruk bila dibandingkan dengan treshold baru. Peluang yang lebih besar menyatakan bahwa peluang default menyebabkan terjadinya overestimate dalam pemberian peringatan dini cuaca buruk.
| 201451016.1 | M 14 016 CAR p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain