Skripsi
PERHITUNGAN GERAK VERTIKAL UDARA DI AMBON DENGAN HASIL LUARAN WRF-ARW
Abstark
Proses pembentukan awan dan perkembangannya tidak lepas dari kecepatan vertikal udara yang menjadi salah satu pemicunya. Daerah yang banyak terdapat awan dan daerah yang terdapat awan konvektif seperti awan Cumulus dan Cumulonimbus sangat berkaitan dengan gerak vertikal udara ke atas, vortisitas yang membentuk gerakan siklonik, terjadinya konvergen di lapisan bawah dan adanya divergen di lapisan atasnya. Kajian mengenai medan gerak vertikal udara tersebut penting dilakukan untuk menunjang kegiatan analisis cuaca dan prakiraan cuaca skala lokal. Untuk mengetahui bagaimana kondisi medan gerak vertikal udara di wilayah Ambon pada tanggal 26 Mei 2012 ketika terdapat awan tebal yang dikategorikan sebagai awan Cumulonimbus, dilakukan perhitungan kecepatan gerak vertikal udara (omega) di atas wilayah tersebut. Perhitungan nilai omega ini ditunjang dengan memperhitungkan vortisitas dan divergensi udara. Dengan memanfaatkan model cuaca numerik WRF (Weather Research and Forecasting), parameter-parameter tersebut didapat dari perhitungan hasil luaran model. Hasil penelitian menunjukkan pada saat terdapat awan Cumulonimbus, kecepatan vertikal udara (omega) bernilai negatif yang menunjukkan terdapat pengangkatan massa udara ke atas. Nilai vortisitas yang negatif juga mengakibatkan gerakan udara secara siklonik dan memicu pembentukan awan Cb. Sedangkan kondisi divergensi udara secara vertikal menunjukkan nilai yang cenderung positif, yaitu pemampatan massa udara kurang berperan. Dari hasil verifikasi terhadap data pengamatan udara atas Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, hasil luaran model WRF dapat merepresentasikan kondisi perawanan yang terjadi dengan cukup baik
namun belum dapat menunjukkan nilai yang sesuai dengan hasil pengamatan pada kondisi yang sebenarnya.
| 201451027.1 | M 14 027 ADZ p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain