Skripsi
PEMANFAATAN MODEL WEATHER RESEARCH AND FORECASTING (WRF) UNTUK PREDIKSI SPASIAL KEJADIAN PETIR DI WILAYAH JAKARTA (SEPTEMBER – OKTOBER 2012)
ABSTRAK
Negara Indonesia terletak di wilayah khatulistiwa yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari pulau-pulau dan dikelilingi oleh lautan. Tingginya pemanasan dan tersedianya banyak uap air secara fisis merupakan lahan subur bagi pertumbuhan awan-awan konvektif yang menyebabkan terjadinya badai Guntur (thunderstorm). Daerah Jabodetabek dan sekitarnya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang rawan bencana petir. Hal ini yang menyebabkan perlu adanya metode untuk memprediksi kejadian petir demi keamanan jiwa dan harta. Dalam penelitian ini penulis membuat prediksi potensi kejadian petir pada bulan September – Oktober 2012 dengan menggunakan data keluaran dari model WRF – ARW. Data ini kemudian dihitung dengan menggunakan formula Ligthning Potential Index (LPI) yang kemudian hasilnya berupa peta spasial potensi kejadian petir dengan aplikasi GrADS. Jumlah yang besar menunjukkan bahwa frekuensi kejadian petir yang juga meningkat. Dari hasilperhitungan LPI kemudian dibandingakan dengan data aktual yang terekam pada alat Lightning Detector. Dari hasil perhitungan menggunakan formula LPI, diketahui 20% tingkat keakurasian untuk prediksi jam 00.00 UTC dan 50% tingkat keakurasian untuk prediksi potensi kejadian kilat (petir) pada jam 12.00 UTC. Dari metode perhitungan LPI masih menunjukkan ketidak konsistenan antara hasil perhitungan dengan kondisi aktual. Hal ini diduga pada formula LPI terdapat konstanta yang perlu diperbaiki apabila digunakan di daerah tropis, seperti Jakarta
.
| 201451028.1 | M 14 028 NUR p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain