Tugas Akhir
KAJIAN LABILITAS UDARA SAAT TERJADI HUJAN LEBAT DI KABUPATEN MERAUKE ( STUDI KASUS TANGGAL 8 JANUARI 2013 )
ABSTRAK
Fenomena cuaca berupa hujan lebat sudah sangat sering terjadi di Indonesia. Hujan lebat didefinisikan sebagai hujan dengan intensitas paling rendah 50 mm/hari dan/atau 20 mm/jam. Dilansir dari media internet, pada 8 Januari 2013 telah terjadi hujan lebat yang menyebabkan banjir di kabupaten Merauke dengan intensitas terukur 281,6 mm.
Adapun dalam studi kasus hujan lebat ini akan dikaji labilitas udara saat kejadian hujan lebat tersebut dengan menggunakan beberapa metode. Metode yang digunakan adalah perhitungan nilai Convective Available Potential Energy (CAPE), perhitungan Lapse Rate, dan perhitungan SWEAT index. Data utama yang digunakan dalam perhitungan tersebut adalah data radiosonde pada jam 00.00 dan 12.00 UTC dari Stasiun Meteorologi Mopah Merauke. Sebagai data pendukung digunakan data pengamatan udara permukaan dan peta cuaca angin gradient untuk melihat dinamika atmosfernya.
Pada hari kejadian hujan lebat 8 Januari 2013, nilai CAPE tidak menunjukkan adanya konveksi yang signifikan. Lapse Rate memperlihatkan adanya kondisi labil bersyarat pada saat kejadian. Namun, indeks SWEAT menunjukkan adanya kondisi badai lemah. Sedangkan, terdapat adanya sirkulasi eddy yang terdapat di atas wilayah Merauke. Jadi, pada kasus hujan lebat di Kabupaten Merauke disebabkan oleh kondisi regionalnya yakni adanya sirkulasi eddy dan faktor lokalnya kurang mendukung.
| 20141053.1 | 551.5 YUN k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain