Tugas Akhir
KEJADIAN HUJAN LEBAT DIKAJI DARI KONDISI ATMOSFERNYA (STUDI KASUS TANGGAL 5 JANUARI 2013 DI MAROS)
ABSTRAK
Fenomena hujan lebat bahkan diikuti dengan banjir merupakan salah satu fenomena cuaca yang sering terjadi di Indonesia. Fenomena cuaca ini tidak terlepas dari gangguan-gangguan baik dalam skala global, skala regional/sinoptik maupun skala lokal. Pada tanggal 5 Januari 2013 telah terjadi hujan lebat bahkan diikuti dengan banjir di sebagian besar wilayah di Kabupaten Maros. Banjir ini mengakibatkan ribuan rumah terendam dan ratusan warga diungsikan.
Untuk mengetahui gangguan-gangguan apa saja yang terjadi pada saat kejadian hujan lebat, maka dilakukan analisis gangguan, mulai dari skala global yakni SST, skala regional/sinoptik yakni MJO, OLR, cold surge (seruakan dingin) dan peta arus angin (streamline) serta skala lokal dengan menggunakan indeks-indeks labilitas udara.
Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa gangguan cuaca yang dominan adalah kondisi regional/sinoptik-nya yakni karena adanya MJO yang aktif di wilayah Benua Maritim Indonesia dan cold surge (seruakan dingin) serta adanya belokan angin (shear line) dan konvergensi di sekitar wilayah Maros, selain itu didukung oleh keadaan lokalnya yakni keadaan atmosfer di atas wilayah Kabupaten Maros yang labil yang menyebabkan banyaknya pertumbuhan awan-awan konvektif sehingga menyebabkan tingginya curah hujan yang turun di wilayah tersebut.
| 20141046.1 | 551.5 IND k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain