Tugas Akhir
ANALISIS KABUT ASAP ( SMOG ) DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK PADA BULAN JANUARI DAN FEBUARI TAHUN 2014
Abstrak
Pada awal tahun 2014 tepatnya pada bulan januari dan febuari terjadi
beberapa kasus (Smog) kabut asap yang sangat pekat mengacaukan sejumlah jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, hal ini di sebabkan faktor (visibility) jarak pandang yang pendek.
Penulis menggunakan metode grafik untuk melihat anomali pola hujan dan distribusi hujan serta analisa streamline untuk melihat pola gangguan cuaca yang terjadi di indonesia yang berpengaruh terhadap cuaca di pontinak. kemudian melihat berbagai unsur yaitu: pertumbuhan (hotspot) titik panas, suhu udara, suhu titik embun, angin, dan RH. Sehingga akan dapat diketahui nilai-nilai dari unsur tersebut pada saat terjadi cuaca smog dan smoke.
Berdasarkan hasil analisa dari streamline bulan januari dan febuari 2014 terlihat bahwa pola (Intertropikal Convergence Zone) ITCZ masih berada di sebelah selatan ekuator yang stasioner dan belum bergerak ke arah utara, hal ini menyebabkan pembentukan awan-awan hujan terpusat di wilayah selatan sedangkan di atas kalimantan barat tidak terjadi gangguan cuaca akibatnya terjadi pertumbuhan titik api yang signifikan yang menjadikan cuaca smoke.
Dari data hasil olahan dalam bentuk grafik, kondisi fisis udara pada saat terjadi smog yaitu: suhu berada di bawah 24
o
C, angin bertiup di bawah 5 knot, RH berada di atas 86 % serta selisih (T) suhu udara dan (Td) suhu titik embun di bawah 4.7
o
C. Ketika unsur unsur cuaca melewati batas diatas maka (Smog) kabut asap akan berangsur angsur menghilang dan berubah menjadi cuaca smoke dengan jarak pandang maksimal tidak mencapai di atas 6000 meter.
| 20141038.1 | 551.5 PUT a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain