Tugas Akhir
IDENTIFIKASI AWAN CUMULONIMBUS DENGAN CITRA RADAR PADA SAAT KEJADIAN HUJAN LEBAT (Studi Kasus Kejadian Banjir Tanggal 21 Januari 2014 Di Sambelia, Lombok Timur)
ABSTRAK
Keberadaan awan Cumulonimbus sering dikaitkan dengan terjadinya cuaca ekstrim di suatu tempat. Pada tanggal 21 Januari 2014 terjadi banjir yang melanda wilayah Lombok, yang mengganggu aktifitas kepariwisataan. Salah satu instrument yang dapat memonitor cuaca buruk adalah radar cuaca. Keuntungan radar cuaca adalah dapat memonitor kondisi cuaca pada area yang cukup luas secara realtime.
Dalam laporan ini telah dianalisis hasil monitoring radar pada saat terjadinya cuaca ekstrim. Produk radar yang yang digunakan adalah CMAX untuk melihat nilai refleksitas maksimum, VCUT untuk melihat penampang vertical awan, EHT untuk melihat level puncak dan dasar awan dan PPI untuk melihat produk default radar saat realtime.
Hasil analisis menunjukan nilai reflektifitas antara 35-55 dBz , level puncak awan 11 km dan dasar 500m, dengan durasi 5 jam 50 menit, dimana kondisi ini mengindikasikan keberadaan awan Cumulonimbus, dan juga memenuhi kriteria sebagai MCS ( Mesoscale Convective System). Menurut dokumen WMO tentang Radar Product and Operational Applications, kondisi tersebut masuk kedalam warning banjir, karena curah hujan diatas 5 mm/ jam dalam luasan area 25 km atau lebih.
| 20141044.1 | 551.5 WAS i | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain