Skripsi
KAJIAN GANGGUAN CUACA PADA KEJADIAN HUJAN LEBAT DI BATAM (Studi Kasus Tanggal 18 – 19 Desember 2006, 12 Januari 2007, 5 Desember 2007, 30 – 31 Januari 2011, 19 Desember 2014) STUDY OF WEATHER DISTURBANCES ON HEAVY RAIN EVENTS IN BATAM (Case St
INTISARI
KAJIAN GANGGUAN CUACA PADA KEJADIAN
HUJAN LEBAT DI BATAM
(Studi Kasus Tanggal 18 – 19 Desember 2006, 12 Januari 2007,
5 Desember 2007, 30 – 31 Januari 2011, 19 Desember 2014)
Oleh
ADHITYA PRAKOSO
14.14.0036
Memasuki bulan Desember dan Januari curah hujan di Pulau Batam mengalami
masa puncak. Kejadian hujan lebat yang terjadi di Batam pada Tanggal 18 – 19
Desember 2006, 12 Januari 2007, 5 Desember 2007, 30 – 31 Januari 2011 dan 19
Desember 2014 telah menyebabkan banjir dan menimbulkan kerugian materi lainnya.
Curah hujan yang melebihi 100 milimeter di suatu wilayah, memberikan indikasi
adanya faktor gangguan cuaca signifikan yang berperan dalam pembentukan suatu
sistem awan konvektif yang besar dan luas. Analisis cuaca skala regional dan lokal
dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan cuaca yang berperan pada kejadian
tersebut.
Penelitian ini menggunakan data observasi curah hujan stasiun meteorologi
Hang Nadim Batam, sounding radio sonde Changi Singapura, satelit MT-SAT, dan
data reanalisis Era Interim ECMWF. Berdasarkan hasil olahan data, hujan 18 – 19
Desember 2006 dan 30 – 31 Januari 2011 disebabkan karena adanya proses adveksi
yang lazim disebut Cold Surge. Sedangkan hujan tanggal 12 Januari 2007, 5 Desember
2007 dan 19 Desember 2014 disebabkan karena adanya gangguan pada pola angin di
sekitar Kalimantan yang dikenal dengan sebutan Borneo Vortex. Dari 5 studi kasus
hujan lebat didapatkan kesimpulan bahwa gangguan cuaca yang paling dominan dan
berperan dalam kejadian hujan lebat di Batam adalah adanya Cold Surge dan Borneo
Vortex.
Kata kunci : Hujan lebat, Cold Surge, Borneo Vortex
| 201551036.1 | M 036 PRA k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain