Skripsi
PRAKIRAAN CURAH HUJAN MODEL WRF-ARW (STUDI KASUS BANJIR SEMARANG 4 FEBRUARI 2014) RAINFALL FORECAST USING WRF-ARW MODEL (CASE STUDY OF FLOOD IN SEMARANG ON FEBRUARY, 4 2014)
ABSTRAK
PRAKIRAAN CURAH HUJAN MODEL WRF-ARW (STUDI KASUS BANJIR SEMARANG 4 FEBRUARI 2014)
Pada tanggal 3 Februari 2014, hujan dengan durasi yang cukup panjang melanda wilayah Kota Semarang yang menyebabkan sebagian wilayah Kota Semarang dilanda banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter, dengan jumlah curah hujan 24 jam terukur 112 mm. Prediksi atau prakiraan cuaca merupakan suatu kegiatan dalam memprakirakan perubahan kondisi atmosfer di masa mendatang. Pemodelan cuaca numerik merupakan model cuaca yang digunakan dalam memprediksi dan memperhitungkan fenomena cuaca dengan menggunakan persamaan-persamaan numerik. Tingginya variabilitas kondisi atmosfer pada daerah ekuator mengakibatkan sulitnya memprakirakan cuaca. WRF-ARW merupakan model cuaca skala meso yang sedang mengalami perkembangan pada beberapa tahun belakang sampai saat ini. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan cara menjalankan model WRF-ARW menggunakan 3 konfigurasi skema parameterisasi kumulus. Dari hasil ketiga skema tersebut dilakukan verifikasi secara kuantitatif maupun kualitatif untuk mendapatkan skema parameterisasi yang paling sesuai dengan hasil observasinya. Kemudian kembali menjalankan model WRF-ARW dengan menggunakan skema parameterisasi yang terbaik. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa belum ada skema yang benar benar mendekati hasil observasi. Namun dengan membandingkan ketiga skema, Skema 2 (WSM3-BMJ-YSU) merupakan skema yang lebih baik dibanding Skema 1 (WSM3-KF-YSU) atau Skema 3 (WSM3-GD-YSU). Hasil prakiraan yang dikeluarkan oleh model WRF-ARW dengan menggunakan Skema 2 juga tidak mendapatkan hasil yang kurang memuaskan secara kuantitatif, namun cukup baik apabila hanya memprakirakan hujan atau tidak hujan.
Kata Kunci : WRF-ARW, hujan, parameterisasi
| 201551044.1 | M 044 DZI p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain