Skripsi
PREDIKSI AWAL MUSIM HUJAN MENGGUNAKAN PARAMETER SEA SURFACE TEMPERATURE DI PANGKALPINANG
ABSTRAK
PREDIKSI AWAL MUSIM HUJAN MENGGUNAKAN PARAMETER
SEA SURFACE TEMPERATURE
DI PANGKALPINANG
Oleh
AFLAH YULIARTI
24.14.0001
Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada umumnya musim hujan berlangsung sekitar bulan Oktober hingga Maret, sementara musim kemarau berlangsung sekitar bulan April hingga September. Namun demikian, awal musim dan periode musim hujan dan kemarau tidak selalu sama di setiap wilayah. Hal ini dikarenakan pola curah hujan suatu wilayah selain dipengaruhi oleh faktor global seperti El Nino/La Nina, Dipole Mode juga dipengaruhi oleh kondisi geografi dan topografi yang berbeda-beda pula. Pangkalpinang memiliki pola hujan monsunal yangmana musim hujan dan kemarau dapat dibedakan dengan jelas. Informasi mengenai prediksi awal musim hujan dan kemarau sangat diperlukan bagi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi Sea Surface Temperature terhadap awal musim hujan di Pangkalpinang serta membuat model prediksi awal musim hujan dengan menggunakan prediktor SST. Penelitian ini memanfaatkan data model ITACS JMA untuk melakukan prediksi Awal Musim Hujan (AMH) di Pangkalpinang dengan menggunakan data selama 34 tahun periode 1981-2014. Dalam penelitian ini digunakan metode prediksi yaitu metode regresi linier berganda. Evaluasi hasil dari prediksi AMH menggunakan metode kontingensi dan Root Mean Square Error (RMSE).
Model persamaan linier berganda dengan menggunakan prediktor SST dapat menghasilkan prediksi AMH dengan kebenaran prediksi “sesuai prediksi” sebesar 50% dan penyimpangan prediksi sebesar ± 3 dasarian.
Kata kunci : El Nino/La Nina, Dipole Mode, AMH, RMSE
| 201553001.1 | K 15 001 YUL p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain