Skripsi
KAJIAN AMBANG BATAS INDEKS STABILITAS UDARA TERKAIT KEJADIAN HUJAN LEBAT DAN BADAI GUNTUR DI MAKASAR A STUDY TO THE ATMOSPHERIC STABILITY INDICES THRESHOLD FOR HEAVY RAIN AND THUNDERSTORM EVENTS IN MAKASAR
INTISARI
Kajian Ambang Batas Indeks Stabilitas Udara Terkait Kejadian
Hujan Lebat dan Badai Guntur di Makasar
Oleh
LA ODE BANGSAWAN
14. 14. 0012
Badai guntur yang berasal dari awan konvektif merupakan fenomena cuaca yang menimbulkan banyak resiko bagi penerbangan dan harus dihindari oleh semua jenis pesawat sedangkan hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang selama penanjakan dan pendaratan. Analisis indeks stabilitas udara adalah salah satu cara yang digunakan untuk memprediksi peluang kejadian hujan lebat dan badai guntur. Penelitian ini bertujuan menganalisis ambang batas indeks stabilitas udara berupa indeks Showalter dan indeks K dengan menggunakan metode Sturges untuk membuat interval ambang batas baru indeks tersebut yang sesuai untuk wilayah Makasar. Hasil pengolahan data selama lima tahun di Makasar menujukkan kejadian badai guntur, hujan lebat, dan hujan lebat disertai badai guntur di Makasar dipengaruhi oleh kondisi musim. Kejadian badai guntur lebih banyak terjadi di musim transisi dengan ambang batas indeks Showalter menunjukkan lebih dari 80 % kejadian badai guntur terjadi pada interval kelas -0,1-3,0 dan ambang batas indeks K menunjukkan lebih dari 75 % terjadi pada interval kelas 31,1-39,0. Kejadian hujan lebat lebih banyak terjadi di puncak musim hujan dengan ambang batas indeks Showalter dan indeks K menunjukkan lebih dari 60 % kejadian hujan lebat terjadi pada interval kelas -1,0-1,0 dan 30,1-36,0. Kejadian hujan lebat disertai badai guntur lebih banyak terjadi di puncak musim hujan dan musim transisi dengan ambang batas indeks Showalter menunjukkan lebih dari 47% kejadian hujan lebat disertai badai guntur terjadi pada interval kelas -1,0-1,0 dan ambang batas indeks K menunjukkan lebih dari 60 % kejadian hujan lebat disertai badai guntur terjadi pada interval kelas 32,1-38,0. Dengan demikian, kejadian badai guntur, hujan lebat, dan hujan lebat disertai badai guntur di Wilayah Makasar terjadi saat kondisi atmosfer tidak stabil.
Kata Kunci: Hujan lebat, badai guntur, indeks Showalter, indeks K, metode Sturges
| 2015.11 | 551.5 BAN k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain