Skripsi
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MESOSCALE CONVECTIVE COMPLEXES DI WILAYAH SUMATERA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT IDENTIFICATION CHARACTERISTICS OF MESOSCALE CONVECTIVE COMPLEXES IN SUMATERA REGION USING SATELLITE IMAGE
INTISARI
Identifikasi Karakteristik Mesoscale Convective Complexes
Di Wilayah Sumatera Menggunakan Citra Satelit
Oleh
NURSYAMSI MUHAMMAD ALFIAN
14.14.0057
Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa (equator)
menjadikannya wilayah yang menerima radiasi panas dari matahari
sepanjang tahun dengan 2/3 wilayahnya merupakan laut yang luas (Badan
Informasi Geospasial, 2015) sehingga aktifitas penguapan memiliki pengaruh
terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia. Aktifitas konvektif yang tinggi
menyebabkan terbentuknya sebuah sistem konvektif skala meso yang
menghasilkan Mesoscale Convective Complexes.
Mesoscale Convective Complexes (MCC) merupakan salah satu system
konvektif skala meso (MCS). Dimana Mesoscale Convective System (MCS)
muncul dalam jumlah besar di bulan Desember-Februari (DJF). Kondisi laut di
benua maritim sangat cocok untuk pertumbuhan MCS yang sangat besar (Yuan dan
Houze,2010). Identifikasi dan pelacakan MCC dengan menggunakan Citra Satelit
Infra merah dilakukan dengan menyeleksi berdasarkan kriteria Maddox (1980).
Keberadaan MCCditemukan di wilayah Sumatera Barat dan Riau.
Frekuensi kejadian umumnya terjadi pada bulan Januari (puncak musim hujan) dan
paling banyak terjadi di wilayah perairan. Masa hidup sistem konvektif ini relatif
pendek dibandingkan dengan kriteria MCC oleh Maddox (1980) hanya berkisar 2-
3 jam. Kemunculan MCC di perbatasan wilayah antara Sumatera Barat dan Riau
dengan intesitas curah hujan yang cukup tinggi pada saat kejadian menunjukkan
adanya keterkaitan.
Kata Kunci : MCC, Satelit, Curah Hujan
| 201551057.1 | M 057 ALF i | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain