Skripsi
KAJIAN METEOROLOGI TERKAIT HUJAN LEBAT MENGGUNAKAN SATELIT TRMM, SATELIT MT-SAT DAN DATA REANALISIS (Studi Kasus Banjir di Tanjungpandan) METEOROLOGICAL RESEARCH OF HEAVY RAIN USING SATTELITE TRMM, SATTELITE MT-SAT AND REANALYSIS DATA (Study Case o
INTISARI
KAJIAN METEOROLOGI TERKAIT HUJAN LEBAT MENGGUNAKAN
SATELIT TRMM, SATELIT MT-SAT DAN DATA REANALISIS
(Studi Kasus Banjir di Tanjungpandan)
Oleh :
QORIANA MAULANI
14. 14. 0059
Kejadian hujan lebat dengan intensitas lebih dari 50 mm/hari yang diakibatkan
oleh fenomena konvektif merupakan fenomena cuaca skala meso maupun skala
lokal yang sering terjadi di wilayah Indonesia dan termasuk fenomena cuaca
ekstrem. Hujan lebat terjadi pada tanggal 3 November 2012 dan 28 Desember
2013 di Tanjungpandan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keadaan
dinamika atmosfer pada saat kejadian hujan lebat dan menentukan penyebab
terjadinya hujan baik dalam skala regional maupun skala lokal yang
mengakibatkan banjir di wilayah Tanjungpandan. Dalam penelitian ini digunakan
data-data berupa data pengamatan dari Stasiun Meteorologi Tanjungpandan, data
citra satelit TRMM untuk mengetahui pola spasial curah hujan yang terjadi, data
citra satelit MT-SAT digunakan untuk mengetahui tutupan awan serta indeks
stabilitas pada saat kejadian hujan lebat, data reanalysis digunakan untuk
mengetahui parameter cuaca antara lain pola angin dan kelembapan udara.
Keadaan atmosfer pada tanggal 3 November 2012 dan tanggal 28 Desember 2013
bersifat labil, ditunjukkan oleh nilai indeks stabilitas dan terjadinya konvergensi
di lapisan 850 mb – 700 mb serta divergensi di lapisan 500 - 200 mb sehingga
terjadi pertemuan massa udara di lapisan bawah yang memaksa udara naik ke atas
serta kandungan uap air di atmosfer bersifat lembab atau basah. Hal ini
mengindikasikan terjadinya pembentukan awan konvektif yang dapat
menyebabkan hujan lebat dan badai petir. Nilai suhu puncak awan yang
dihasilkan dari pengolahan data citra satelit MT-SAT mengindikasikan adanya
awan konvektif atau awan cumulonimbus pada saat kejadian hujan lebat. Satelit
TRMM tidak dapat menggambarkan dengan baik curah hujan yang terjadi di
Tanjungpandan sesuai dengan data observasi.
Kata kunci : Cuaca ekstrem, hujan lebat, citra satelit, faktor regional, faktor lokal
| 201551059.1 | M 059 MAU k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain