Skripsi
ANALISIS AMBANG BATAS CURAH HUJAN EKSTREM HARIAN MENGGUNAKAN METODE PERSENTIL KE-95 DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT ANALYSIS OF DAILY EXTREME RAINFALL THRESHOLD USING 95th PERCENTILE METHOD IN THE PROVINCE OF WEST KALIMANTAN
INTISARI
Analisis Ambang Batas Curah Hujan Ekstrem Harian
Menggunakan Metode Persentil Ke-95 Di Provinsi Kalimantan Barat
Oleh
MUTIARA HALIDA
NPT 24.14.0021
Hujan ekstrem memiliki berbagai definisi salah satunya ialah definisi
hujan ekstrem secara klimatologis, di mana hujan ekstrem diartikan sebagai curah
hujan yang jarang terjadi pada periode waktu yang ditentukan, biasanya
ditunjukkan oleh bagian tail pada suatu sebaran data, sehingga ambang batas
curah hujan ekstrem di suatu wilayah berbeda-beda serta berbeda-beda pula pada
tiap-tiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa ambang batas
curah hujan ekstrem harian di provinsi Kalimantan Barat pada periode 2001-2010
pada masing-masing bulan serta bagaimana sebarannya.
Pada penelitian ini digunakan metode penentuan ambang batas curah hujan
ekstrem harian dengan perhitungan persentil ke-95, di mana curah hujan yang
terletak pada persentil ke-95 tersebut dianggap sebagai ambang batas curah hujan
ekstrem harian.
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa
ambang batas curah hujan ekstrem harian di Kalimantan Barat memiliki variasi
ruang dan waktu yang cukup besar. Secara umum, wilayah Kalimantan Barat
bagian barat seringkali memiliki ambang batas curah hujan ekstrem yang lebih
tinggi dibandingkan wilayah Kalimantan Barat lainnya, yaitu sekitar lebih dari 60
mm di hampir sepanjang tahun, sedangkan wilayah kalimantan barat bagian
selatan yaitu di daerah kabupaten Ketapang cenderung memiliki ambang batas
curah hujan yang lebih rendah yaitu berkisar di bawah 50 mm di hampir
sepanjang tahun. Secara temporal, ambang batas curah hujan ekstrem terendah
terjadi pada sekitar bulan Februari, Maret dan April, di mana pada bulan tersebut
hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat memiliki ambang batas curah hujan
ekstrem harian berkisar 50 mm – 60 mm, sedangkan ambang batas curah hujan
tertinggi terdapat di sekitar bulan September, Oktober dan Januari di mana
sebagian besar Kalimantan Barat memiliki nilai ambang batas curah hujan
ekstrem di atas 60 mm.
Kata kunci : Persentil ke-95, ambang batas, hujan ekstrem
| 2015.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain